UAN d’hapuskan ??? Setuju Atau Tidak ?

March 9, 2010 at 2:25 pm (Sharing Timee)


Bagi anda yang memiliki anak atau saudara yang masih duduk di bangku sekolah khususnya SMA atau bahkan anda sendiri, mungkin saat ini bisa bernafas lebih lega. Karena ujian nasional yang beberapa tahun belakangan ini menjadi momok yang menakutkan kemungkinan besar akan dihapuskan. Ujian nasional bisa jadi dihapuskan karena Mahkamah Agung sudah memenangkan gugatan citizen law suit tentang penyelenggaraan ujian nasional.

aku secara pribadi juga setuju sekali ujian nasional dihapuskan. Atau kalaupun ujian nasioal tetap dijalankan dan tidak dihapuskan, setidaknya ujian nasional itu tidak dijadikan penentu untuk kelulusan siswa. Mungkin pada dasarnya tujuan ujian nasional memang baik, tetapi tetap saja ada segudang alasan untuk menolak ujian nasional, dan ujian nasional dihapuskan saja.

aku mendukung dihapuskannya UAN, karena tahun ajaran yang akan datang, aku akan mnghadapi UAN. dan bagi kalian yang sama sepertiku, apakah kalian sudah merasa tegang memikirkan UAN yang akan kita alami nanti? jawabanku YA. saat-saat mendekati kenaikan kelas yang ada dipikiranku adalah, sebentar lagi aku akan berhadapan dengan UAN. dan tanpa terasa UAN sudah akan ada didepan mata. dan itu yang kadang membuatku down dalam belajar. antara merasa tidak sanggup atau merasa terbebani entahlah. tapi yang pasti dalam hal ini sudah membuktikan bahwa UAN mengganggu psikologi anak.

dan lagi, apakah adil bagi mereka yang rajin dari tahun ke tahun dan pintar dalam akademik TIDAK LULUS ditentukan hanya dalam beberapa hari? banyak kasus yang menyatakan bahwa murid berprestasipun memiliki kemungkinan Tidak Lulus. hal ini memuat para murid frustasi. bayangkan, ada orang yang lebih ahli dalam akademik tidak lulus, bagaimana dengan yang biasa-biasa saja? jelas saja mereka stress dan cenderung tidak konsen dalam belajar.

dan juga, Standar Nilai Kelulusan (SKM) dari tahun ke tahun semakin tinggi. ini semakin membuat para siswa-siswi berpikir negatif. tahun sebelumnya yang memiliki SKM lebih rendah, banyak siswa-siswa yang bunuh diri sebelum ujian karena stress dan banyak yang tidak lulus. bagaimana dengan tahun ini yang SKMnya lebih tinggi lagi dan juga mata pelajaran yang ditambah dengan kurikulum yang lebih sulit. wajar jika mereka yang akan menghadapi UAN menyerah sebelum berperang.

belum tentu siswa yang tidak lulus UAN adalah murid yang bodoh. pintar tidaknya seorang siswa tidak bisa diukur dalam UAN. lagipula, kita tidak butuh orang yang pintar hanya secara teori. kita membutuhkan generasi yang mampu menciptakan suatu lapangan kerja. percuma bukan jika seorang yang mampu menciptakan suatu lapangan kerja dihancurkan hanya karena tidak lulus UAN? memang, Tujuan Ujian Nasional itu baik. itu merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya mengurangi pengangguran. tapi masa depan generasi-generasi kita tidak ada yang tau. jika mereka yang mampu menghasilkan lapangan kerja yang baru dihancurkan hanya karena tidak ulus UAN (terlebih lagi karena kesalahan teknis), sama saja kita hanya menghamburkan waktu dlam membangun negeri yang lebih baik.

sebenarnya apa sih yang memuat siswa takut tidak lulus? mungkin kita berpikir gagal satu dua kali tidak ada salahnya. toh, kita sudah berusaha dan hasilnya merupakan kerja keras dan kemampuan kita. kita berhak mencoba lagi. tetapi banyak kendala yang membuat kita takut tidak lulus :

1. Tuntutan orang tua
ada beberapa orang tua yang men ‘Cap’ orang yang tidak lulus adalah orang yang tidak berguna. dan kita tentu tidak mau dianggap begitu kan? kita berusaha untuk membanggakan orang tua. dan tuntutan itu yang membuat kita down ketika dinyatakan tidak lulus.
2. malu
tidak hanya orang tua, bahkan sesama pelajar juga meremehkan orang yang tidak lulus. bayangan itu yang membuat kita sering panik. takut jika tidak naik kelas, akan menjadi bahan perbincangan orang-orang. akan diledek teman, dll.
3. direndahkan
kita semua tidak ada yang mau direndahkan hanya karen atidak lulus UAN kan? apalagi jika kita tidak lulus bukan karena kemampuan kita yag rendah, tetapi karena kesalahan teknis yang kita perbuat. itu tentu membuat kita lebih malu lagi. karena itu semakin panik kita dalam membayangkan UAN yang ada di depan mata kita.

selain 3 hal diatas masih banyak alasan-alasan lain yang menjadi alasan kita menolak UAN karena alasan takut tidak lulus. 2 kata tersebut yang menentukan masa depan kita. oleh karena itu tidak adil usaha dan kerja keras kita selama 3 tahun dibayar hanya dalam selang beberapa hari.

tetapi apabila mendukung dihapuskannya UAN mungkin anda juga harus renungkan ini. Manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas. seperti artikel yang pernah saya baca, jika sekarang kita meminta dihapuskannya UAN, apakah nanti saat kita memasuki perguruan tinggi, kita akan meminta dihapuskannya skripsi ? dalam jenjang perguruan Tinggi, kelulusan kalian hanya ditentukan oleh skripsi. selama 4 tahun, dalam sehari yaitu presentasi skripsi, memungkinkan kalian akan mengulang jika skripsi kalian tidak memuaskan. lalu apa yang akan kita lakukan? memprotes diadakannya skripsi? lalu andaikan skripsi dihapuskan, lalu kalian keberatan dalam sekolah, tidak menghapus kemungkinan kita akan memprotes dihapuskannya sekolah. lalu mau jadi apa pendidikan di negara ini?
atau ketika tes penerimaan pegawai, apakah kita akan memprotes untuk apa jadi pegawai dilakukan tes segala?

jika seperti itu, kita tinggal menunggu hancurnya bangsa ini..

jadi kalian setuju atau tidak UAN dihapuskan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: